Banyak proyek open source tersedia secara gratis dan bisa langsung digunakan. Namun, bukan berarti semua proyek memiliki kualitas dan tingkat pemeliharaan yang sama.
Sebelum memasukkan sebuah library, framework, atau software open source ke dalam proyek, ada beberapa hal yang sebaiknya diperiksa. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko menggunakan proyek yang sudah tidak aktif atau tidak sesuai kebutuhan.
Periksa Aktivitas Terbaru
Hal pertama yang bisa dilihat adalah aktivitas repository.
Perhatikan kapan terakhir kali proyek mendapatkan commit, issue, pull request, atau rilis. Proyek yang masih aktif biasanya menunjukkan adanya aktivitas pengembangan atau pemeliharaan.
Namun, aktivitas yang jarang tidak otomatis berarti proyek buruk. Beberapa software memang sudah stabil sehingga tidak membutuhkan perubahan setiap minggu.
Yang penting adalah melihat konteks dan kebutuhan proyek.
Lihat Jumlah dan Kualitas Kontributor
Kontributor dapat memberikan gambaran mengenai keberlangsungan sebuah proyek.
Jika hanya ada satu orang yang menangani seluruh proyek, risiko ketergantungan terhadap individu tersebut bisa lebih besar.
Sebaliknya, proyek dengan beberapa kontributor aktif memiliki lebih banyak orang yang dapat membantu mengembangkan dan memeliharanya.
Tetapi jumlah kontributor bukan satu-satunya ukuran. Perhatikan juga apakah kontribusi benar-benar aktif dan bagaimana proses review dilakukan.
Periksa Issue dan Pull Request
Jangan hanya melihat halaman utama repository.
Coba lihat issue dan pull request untuk mengetahui masalah yang sedang terjadi dan bagaimana maintainer menanganinya.
Apakah bug dilaporkan dan mendapatkan respons? Apakah pull request ditinjau? Apakah masalah lama dibiarkan tanpa penjelasan?
Aktivitas tersebut dapat memberikan gambaran tentang cara proyek dikelola.
Perhatikan Riwayat Rilis
Rilis menunjukkan bagaimana software berkembang dari waktu ke waktu.
Periksa versi terbaru dan perubahan yang dibawa setiap rilis. Proyek yang memiliki pola rilis yang jelas akan lebih mudah dipantau oleh pengguna.
Namun, sekali lagi, frekuensi rilis tidak selalu menentukan kualitas. Software yang stabil mungkin tidak membutuhkan rilis sesering proyek yang berkembang sangat cepat.
Yang lebih penting adalah apakah pengembang tetap memberikan pembaruan ketika memang diperlukan.
Baca Dokumentasinya
Dokumentasi sering kali menjadi indikator sederhana untuk melihat kematangan sebuah proyek.
Periksa apakah tersedia panduan instalasi, cara penggunaan, contoh kode, konfigurasi, dan informasi mengenai versi yang didukung.
Dokumentasi yang jelas dapat menghemat banyak waktu ketika proyek mulai digunakan.
Jika dokumentasinya sudah tidak sesuai dengan versi terbaru, developer perlu lebih berhati-hati.
Periksa Lisensi
Sebelum menggunakan proyek open source, pastikan memahami lisensinya.
Lisensi menentukan bagaimana software boleh digunakan, dimodifikasi, dan didistribusikan.
Ini sangat penting jika software akan digunakan dalam produk komersial.
Jangan hanya menganggap semua proyek open source memiliki aturan yang sama. Baca file LICENSE dan dokumentasi proyek untuk mengetahui ketentuan yang berlaku.
Perhatikan Keamanan
Keamanan menjadi faktor penting, terutama jika software digunakan untuk aplikasi yang menangani data atau layanan penting.
Periksa apakah proyek memiliki riwayat perbaikan kerentanan dan bagaimana maintainer menangani masalah keamanan.
Developer juga sebaiknya mengetahui versi dependensi yang digunakan proyek tersebut.
Menggunakan software dengan dependensi yang sudah usang dapat membawa risiko tambahan.
Jangan Terlalu Terpaku pada Jumlah Bintang
Jumlah star di GitHub sering digunakan sebagai indikator popularitas.
Angka tersebut memang bisa memberikan gambaran mengenai seberapa banyak perhatian yang diterima sebuah proyek, tetapi tidak cukup untuk menentukan kualitas.
Proyek dengan banyak star belum tentu masih aktif. Sebaliknya, proyek yang lebih kecil bisa saja sangat stabil dan dirawat dengan baik.
Gunakan popularitas sebagai salah satu informasi, bukan satu-satunya dasar keputusan.
Cek Kompatibilitas dengan Proyek
Proyek open source yang bagus belum tentu cocok untuk kebutuhan Anda.
Periksa bahasa pemrograman, versi runtime, sistem operasi, dependensi, performa, serta kebutuhan hardware jika relevan.
Pastikan juga proyek tersebut masih mendukung teknologi yang digunakan dalam proyek utama.
Memilih library hanya karena populer dapat menimbulkan masalah jika ternyata tidak sesuai dengan lingkungan pengembangan.
Perhatikan Dependensinya
Sebuah proyek hampir selalu memiliki dependensi.
Artinya, kualitas dan keamanan software yang digunakan tidak hanya bergantung pada proyek utama, tetapi juga komponen lain yang digunakannya.
Periksa apakah dependensinya masih mendapatkan pembaruan dan apakah terdapat masalah keamanan yang diketahui.
Semakin banyak lapisan dependensi, semakin penting pula pengelolaannya.
Coba Sebelum Dipakai di Produksi
Jika memungkinkan, jangan langsung memasukkan proyek open source ke aplikasi produksi.
Buat percobaan kecil terlebih dahulu. Uji fitur yang dibutuhkan, performa, kompatibilitas, serta cara integrasinya dengan sistem yang sudah ada.
Tahap ini dapat membantu menemukan masalah lebih awal sebelum software menjadi bagian penting dari produk.
Gunakan Lebih dari Satu Indikator
Tidak ada satu indikator yang bisa memastikan sebuah proyek open source berkualitas.
Aktivitas repository, kontributor, issue, rilis, dokumentasi, lisensi, keamanan, dependensi, dan kompatibilitas perlu dilihat secara keseluruhan.
Dengan melakukan pemeriksaan sederhana sebelum menggunakan sebuah proyek, developer dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi.
Pada akhirnya, open source memang memberikan banyak pilihan, tetapi memilih proyek yang tepat tetap membutuhkan sedikit riset. Jangan hanya melihat apakah software tersebut gratis atau populer. Periksa bagaimana proyek itu dirawat, siapa yang mengembangkannya, seberapa aktif komunitasnya, dan apakah benar-benar sesuai dengan kebutuhan.
